Posted by: putratandang on: April 20, 2008
Di sebuah Desa hiduplah sepasang suami istri yang sangat salaing mencintai satu sama lainya. Tapi sayang nama desanya tidak disebutkan……jadi kita akan sulit untuk melacak keaslian cerita ini. Diceritakan bahwa sepasang makhluk Tuhan ini suadah 10 tahun menikah,tapi sayang beribu sayang selama sepuluh tahun perjalanannya mengarungi samudra kehidupan Rumah Tangga belum juga dikaruniai seorang anak pun. Sepluh tahun pula mereka memanjatkan do’a kepada Sang Pencipta agar mereka dikaruniai anak. Mereka berdo’a “Wahai Sang Pencipta berikanlah kepada kami seorang anak dari keturunan kami untuk memperindah dan memperkokoh rumah tangga kami”.
Genap ditahun kedua belas pernikahannya mereka dikaruniai anak. Mereka sangat bahagia karena yang selama ni mereka panjatkan akhirnya terkabul juga, ditambah lagi anak yang dilahirkanya kembar dan keduanya adalah laki-laki.Mereka sangat bersyukur……..
Kemudian mereka pergi keorang pintar untuk minta bantuan dalam memberikan nama. Ini merupakan adat didesa itu setiap mau memberikan nama mereka meminta bantuan keorang pintar karena mereka yakin bahwa “nama adalah do’a”. Tak lama kemudian sampailah mereka dirumah orang pintar itu dan terjadilah percakapan sebagai berikut :
Sang Suami :”Abah (sebutan untuk orang pintar itu) kami mau minta pendapat Abah untuk memberikan nama kepada anak kami yang kembar ini.”
Abah : “Apa calon nama untuk anak kalian?”
Sang Suami : “Doni dan Dina atau Dodi dan Dido. Gimana Bah?”
Abah : “Tunggu sebentar Abah mau melihat dulu dengan mata batin Abah tentang nama yang kalian ajukan itu.
Taka lama kemudian……
Abah :”nama yang kalian ajukan semuanya jelek.”
Suami Istri : “lalu nama apa yang bagus?”
Abah : “nama yang bagus buat anak kalian adalah Tata dan Mamat”
Akhirnya jadilah nama yang disebutkan Abah itulah yang diberikan kepada anak mereka.
Sepuluh tahun kemudian anak-anak itu bermain dihalaman rumah. Tiba-tiba sang Ibu memanggil : “Tata Mamat……” Jadinya Tamat dech…………
gubrax……….
boro mah di baca!!
garing ah……
April 26, 2008 at 3:30 pm
wuekeke…tamaaattt